Kategori
- ANDROID (1)
- ANTIVIRUS (4)
- BLACKBERRY (1)
- Cerita Silat (70)
- COMPRESSION TOOLS (3)
- CPNS 2013 (22)
- Debuggers/Decompilers/Disassemblers (1)
- FREE SOFTWARE (14)
- Games (5)
- MOBILES SOFTWARE (1)
- Nokia (1)
- OFFICE SUITES (1)
- Pendekar Pemanah Rajawali Sakti (3)
- SCREENSAVERS (5)
- SE CHIE WU CIAT – KISAH LIMA JAGO LUAR BIASA DUNIA PERSILATAN (61)
- SOAL-SOAL (19)
- WINDOWS THEMES (3)
- WINDOWS WIDGETS (5)
Blog Archive
-
▼
2013
(121)
-
▼
June
(121)
- Nokia Asha 308 Tastes Software Update 8.13
- BlackBerry 10.2 SDK OS Support untuk Android 4.2.2...
- Crystal Security 2.4.5.31 / 3.0.0.59 Beta
- AVANSI Antivirus 2013 4.03.0013
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 61 == TAMAT == )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 60 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 59 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 58 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 57 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 56 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 55 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 54 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 53 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 52 : JILID 18 )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 51 KEDATANGAN ANG CIT...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 50 TOK CUN HOA SI ORA...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 49 PERTARUNGAN DUA JA...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 48 ORANG BERMUKA BURUK )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 47 ANG BIAN SI ORANG ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 46 KELICIKAN AUWYANG ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 45 RENCANA AUWYANG HO...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 44 DITOLONG SI ORANG ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 43 TIPU DAYA AUW YANG...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 42 PERTARUNGAN MELAWA...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 41 PEMUDA BERBAJU KUN...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 40 LIE SIU MEI SI GAD...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 39 SI WAJAH EMPAT ARW...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 38 ONG TIONG YANG )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 37 TIGA DEWA DARI GUN...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 36 KISAH CIE THIO SI ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 35 OEY YOK SU DI JADI...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 34 RENCANA MEMBASMI ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 33 TOAN HONGYA TERCUL...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 32 DI TOLONG SIAN HO ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 31 AKSI SI NENEK PENG...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 30 TOAN HONGYA LENYAP...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 29 SI NENEK CANTIK )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 28 MENJALIN SEBUAH PE...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 27 MENGHAJAR PENCOPET )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 26 ILMU PUKULAN GELED...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 25 ULAR PUALAM EMAS =...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 24 HEK WAN SI PENAMBA...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 23 MAHLUK DALAM KOLAM...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 22 LAM SIANG CIN JIN )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 21 TOAN HONGYA MENCAR...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 20 TOAN HONGYA KAISAR...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 19 ILMU ARWAH DINGIN ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 18 MENINGGALKAN PULAU...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 17 BERUSAHA MELARIKAN...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 16 MENOLAK DIJADIKAN ...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 15 MENGADU ILMU )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 14 SIAN HO SI DEWI AP...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 13 LU LIANG CWAN PENG...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 12 TERDAMPAR DI PULAU...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 11 OEY YOK SU MENINGG...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 10 PESAN TERAKHIR SAN...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 09 SAM TONG SINKANG =...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 08 PANGCU KAY PANG MU...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 07 SAHABAT ATAU MUSUH...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 06 TANG CUN LIANG TOC...
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 05 OEY YOK SU )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 04 AUW YANG HONG )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 03 HA-MO-KANG )
- 5 Jagoan Luar Biasa ( BAGIAN 02 ANG CIT KONG )
- 5 Jagoan Luar Biasa (BAGIAN 01 ANG-TOA)
- SpongeBob SquarePants
- Ambidextrous 3
- Lake Of Roaches 1.0: Free Download
- Platomatic 1.1 Alpha
- OpenTTD 1.3.1 / Nightly r25393
- Pendekar Pemanah Rajawali Sakti 1 (Bagian Tiga)
- Pendekar Pemanah Rajawali Sakti 1 (Bagian dua)
- Pendekar Pemanah Rajawali Sakti 1 (Bagian pertama)
- Wong Fei-hung
- 7 pendekar Coan Cin (Quan Zhen)
- Ong Tiong Yang (Wang ChongYang) pendiri aliran Coa...
- Bodhi Dharma (biksu DaMo/Tat Mo Cou Su)]
- 7 Pendekar Antagonis Terkuat Dunia Persilatan vers...
- Oey Yok Su
- Latihan Soal CPNS Wartegg Test
- Latihan Soal CPNS Persamaan Kata
- Latihan Soal CPNS Reading
- Latihan Soal CPNS Tes Padanan Hubungan
- Latihan Soal CPNS Test Menggambar
- Latihan Soal CPNS Tes Logika Formil
- Latihan Soal CPNS Tes koran
- Latihan Soal CPNS Bakat Skolastik
- Latihan Soal CPNS Arismetik
- Latihan Soal CPNS Lawan Kata
- Latihan Soal CPNS PemKab
- Latihan Soal CPNS Psikotes 1
- Latihan Soal CPNS Psikotes 2
- Latihan Soal CPNS Psikotes 3
- Kumpulan Latihan Soal CPNS 2
- Kumpulan Latihan Soal CPNS 1
- Latihan soal CPNS Sejarah Nasional Indonesia
- Latihan Soal CPNS Bahasa Inggris
- Latihan Soal CPNS Bahasa Indonesia
- 60.000 Lowongan PNS mulai Agustus 2013
- Passing Grade Tetap Diberlakukan dalam Rekrutmen C...
-
▼
June
(121)
Powered by Blogger.
Wednesday, June 12, 2013
10:23 PM | Posted by
walkeduwal |
Edit Post
„AKU telah membunuh seekor ular yang aneh bentuknya dikolam
istana …….!” menjelaskan Toan Hongya. ,
„Seekor ular ?” tanya Hek Wan.
„Waktu itu aku tengah bermain dikolam, dan telah dililit
oleh seekor ular, dan kemudian aku berhasil membinasakannya dengan menggigitnya.
„Dan darah ular itu telah dihirup oleh Toan Hongya ?” tanya
Hek Wan.
Toan Hongya mengangguk………. „Ya, dan ular itu telah
binasa……….!”
„Dan setelah membinasakan ular itu, barulah Toan Hongya
menderita sakit yang aneh i ni ?”
„Benar !”
„Nah kerikil itu telah kita dapat ketahui sumbernya…….!
Justru penyakit Hongya disebabkun darah ular itu !”
„Penyakitku disebabkan darah ular itu ?” tanya Toan Hongya.
„Pasti karena ular itu !” mengangguk Hek Wan.
„Tentu.nya ular itu merupakan ular mustika……tetapi sayangnya
setelah Hongya berhasil membinasakan ular itu, Hongya tidak memperoleh perunjuk
yang baik, jika tidak malah darah ular yang telah Hongya minum itu merupakan
mustika yang langka dan jarang sekali bisa diperoleh, malah bisa merupakan
keberuntungan’ yang baik sekali…….!”
„Toan Hongya menghela napas…… „Tetapi semuanya telah
terlanjur terjadi, waktu itu aku tidak beruntung bisa bertemu dengan Hek Wan
Locianpwe, sehingga, aku men derita sakit yang berkepanjangan seperti ini.”
Hek Wan tertawa.
„Segalanya belum terlambat.
Memang aku sendiri heran, biasanya jika aku memberikan
pelajaran menambal mangkok sampai yang kelima, tentu segala hawa kotor dalam
seluruh tubuh orang yang bersangkutan akan terbuang dan tubuh maupun darahnya
menjadi bersih.
Namun Hongya sampai mangkuk yang ketujuh masih juga
menderita sedikit gangguan, walaupun memang terlihat juga kemajuannya…!
Baiklah, bisakah aku Pergi memeriksa mayat ular yang telah
Hongya binasakan?”.
Toan Hongya mengangguk cepat.
„Tentu saja bisa Hek Wan Locianpwe…!” dan setelah berkata
begitu, Toan Hongya menoleh kepada Toan Liang, ia perintahkan agar Toan Liang
membawa mayat ular itu.
Bangkai ular tersebut telah dikeringkan, dan Hek Wan
memeriksanya dengan teliti.
Waktu pertama kali ia meiihat ular itu, ia telah mengeluarkan
seruan heran : „Binatang yang mujijat…….!” dan ia asyik memeriksanya.
Sampai akhirnya Hek Wan menoleh kepada Toan Hongya, sambil
katanya : „Beruntung sekali Hongya bisa, menghirup darah ular ini, itulah suatu
keberuntungan yang tidak kecil..”
„Tetapi Hek Wan Locianpwe, justru setelah menghirup darah,
ular itu aku menderita sakit yang hebat dan nyaris binasa juga……..!
Lihatlah seluruh kulit ditubuhku juga masih berbintik-bintik
merah……..!”
Hek Wan tertawa.
„Itu disebabkan kesaktian darah ular ini tidak disalurkan
ketempat-tempat yang semestinya………..!.
Tetapi belum terlambat, aku bisa memanfaatkan darah ular itu
untuk memberikan
keberuntungan kepada Hongya…………!”
Toan Hongya jadi memandang heran.
Tetapi Hek Wan telah meneruskan perkataannya.
„Sekarang kita akan mulai. Dua pelajaran mengenai menambal
mangkok kita tunda dulu…! tahukah Hongya apa nama ular ajaib ini ?”
Toan Hongya menggelengkan kepalanya.
„Tidak ……..!” sahutnya.
„Inilah yang biasa disebut Kim Giok Coa (Ular Pualam Emas),
seekor ular yang langka sekali. Usia ular ini mungkin telah mencapai seribu
tahun, karena ukurannya yang besar dan juga telah hidup cukup panjang. Maka
dengan menghirup darah ular iai, berarti Hongyaa telah menerima keberuntungan
yang tidak kecil.
Binatang ini sangat jarang sekali bisa dijumpai, karena
didalam dunia mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja, itupun ditempat2 yang
sulit dicapai oleh manusia. …!
Biasanya jika seekor ular Kim Giok Coa ini berhasil
dibinasakan dan darahnya dihirup oleh seorang manusia, walaupun Kim Giok Coa
yang berusia dua atau tiga tahun akan menyebabkan orang itu panjang umur dan
selalu sehat !
Hebat tidak?
Nah, sekarang Toan Hongya telah meminum darah ular yang
mungkin berusia sampai seribu tahun ini. . . .!”
„Dari mana Hek Wan Locianpwe mengetahui bahwa ular itu
adalah Kim Giok Coa?” tanya Toan Hongya.
„Apakah Hongya tidak memperhatikan tanduknya itu? Inilah
tanduk yang mujijat sekali. Dan hanya Kim Giok Coa saja yang memiliki tanduk
seperti itu pada kepalanya.”
„Lalu, ., apakah aku bisa disembuhkan dari penyakit yang
aneh ini ?”
Hek Wan mengangguk.
,,Pasti bisa! Seharusnya waktu Hongya meminum darahnya dan
berhasil membinasakan ular ini, direndam dalam arak selama tiga hari, kemudian
arak itu diminum, sehingga panas yang akan dipancarkan oleh darah ular itu bisa
menurun, tetapi tidak mengurangi khasiat dari darah ular itu sendiri………..!”
„Hemm……., jika demikian tentu aku akan tertolong,
Locianpwe…..?” tanya Hongya.
„Ya……!” menyahuti Hek Wan.
Kemudian Hek Wan bekerja dengan cepat, ia telah meminta
sebilah pisau.
Toan Liang yang mendengar hal itu juga jadi girang.
la telah membawa sebilah pedang, dan diberikan kepada Hek
Wan.
Sambil memotong tanduk ular itu, Hek Wan terus juga
memberikan keterangannya „Daging ular inipun jika diolah, akan menjadi mustika
yang besar artinya, karena setiap orang yang bisa memakan sepotong daging ular
yang telah diramu oleh obat2 tertentu, akan bisa tambah usia sampai beberapa
tahun dari usia, yang sebenarnya, disamping tubuh akan men jadi kuat………!”.
Toan Hongya mendengarkan terus dengan penuh perhatian,
sedangkan Hek Wan yang telah selesai memotong tanduk ular itu meminta secawan
arak.
Kemudian dalam arak itu dimasukkan sepotong tanduk yang
dipotong oleh Hek Wan.
„Biarkan tanduk ini direndam selama tiga hari, dan nanti
Hongya meminumnya.
Penyakit mu akan lenyap, tapi akan mengalami kegatalan yang
hebat.
Namun itu tidak apa2, hal ini di sebabkan keterlambatan
Hongya menerima petunjuk ………..”
Toan Hongya tersenyum, katanya dengan sabar : „Syukur ada
Locianpwe yang telah memberikan petunjuk sehingga aku tidak sampai harus
tersiksa oleh penyakitku ini !”
Selama tiga hari Toan Hongya diberikan arak yaag direndam
tanduk ular itu.
Setelah meminum arak itu, Hek Wan meminta Toan Hongya
merebahkan tubuhnya dipembaringan untuk tidur.
„Sebentar lagi racun ular itu akan bekerja ………. dan jangan
Hongya kaget jika mengalami sesuatu ………. !” kata Hek Wan.
Hongya dari Tailie itu hanya mengangguk saja, ia telah
mempercayai sepenuhnya keselamatan jiwanya pada Hek Wan.
Sedangkan Toan Liang telah menerima perintah dari Hek Wan,
untuk memotong-motong daging ular itu. Kemudian Hek Wan hekerja meramu obat2an
yang lalu dicampur dengan daging ular itu.
„Kalian masak daging ular ini, dan kemudian bagi2kan pada
kerabat istana, sehingga mereka akan kuat dan sehat ……….!”
Toan Liang mengiyakan dan perintahkan juru masak istana
untuk mengolah daging ular itu.
Karena ular itu sangat besar, maka daging nya juga sangat
banyak.
Lebihnya telah diberikan kepada penduduk ibu kota,
seorangnya mencicipi sepotong.
Perihal ular ajaib itu jadi tersebar luas dan menjadi
pembicaraan orang2 diibu kota Takie tersebut.
Setelah memberikan petunjuk2 kepada Toan Liang bagaimana
mengolah daging ular itu Hek Wan kemudian menguruti sekujur tubuh Toan Hongya.
Cara mengurut yang dilakukan Hek Wan bukan sembarangan urut.
Karena Hek Wan telah mengurut bagian jalan terpenting
ditubuh kaisar itu.
Setiap jalan darah yang diurutnya jadi terbuka dan bisa
dialiri darah yang mengandung kemujijatan tanduk ular itu.
Tetapi waktu Hek Wan mengurut tubuhnya, Hongya itu merasakan
sekujur tubuhnya gatal2.
Perasaan gatal itu benar-benar menyiksa•nya, sampai Hopgya
sering mengeluh.
Namun sejauh itu Kaisar yang tabah dan gagah ini bertahan
terus.
Hek Wan masih terus menguruti sekujur tubuh Hongya, dan
akhirnya selesai setelah ia mengurut sampai dikepala.
Tetapi waktu itu Toan Hongya sudah tidak bisa bertahan dari
perasaan gatal yang berkeremitan disekujur badannya, ia telah bangun dan duduk
menggaruk kesana kemari sekujur tubuhnya,
Hek Wan tidak mencegah, ia hanya bantu menggaruki tubuh Toan
Hongya.
Dengan cara menggaruk seperti itu, jalan daran disekujur
tubuh Toan Hongya tambah terbuka, sehingga darah lebih leluasa menyelusuri
seluruh jalan darah terkecil ditubuh raja ini.
Sedangkan Toan Hongya sendiri semakin lama merasakan
peracaan gatal itu semakin hebat menyerang dirinya, sehingga raja ini jadi
sibuk sekali menggaruk kesana kemari, dan akhirnya raja ini tidak hentinya
me-Iompat2 karena menderita kegatalan yang luar biasa.
Kulit tubuhnya juga telah berobah merah, jika sebelumnya
hanya titik-titik merah, yang memenuhi sekujur tubuhnya, kini titik2 merah itu
telah merata, sehingga yang tampak hanyalah kulit sekujur tubuh Toan Hongya
jadi merah, hanya pada bagian muka tidak terlihat warna merah itu, karena
memang bagian muka tak terdapat titik2 tersebut.
Toan Liang dan orang2 istana jadi bingung dan kuatir.
Tetapi Hek Wak menenangkan mereka, dan Hek Wan juga telah
menjelaskan, hal itu tidak apa2, hanya akan berlangsung sampai dua hari.
Justru yang sangat tersiksa sekali adalah Toan Hongya
Sebetulnya Hek Wan bisa saja membantu mengurangi penderitaan
raja ini, yaitu dengan menotok tidur raja tersebut.
Namun karena Hek Wan mengetahui benar bahwa dengan gatal2
seperti itu justru darah beracun dari ular yang telah dihirup oleh Toan Hongya
harus disalurkan.
Maka jika Toan Hongya ditotok tidur, memang perasaan gatal
itu tak akan membuat Toan Hongya tersiksa seperti sekarang ini, namun peredaran
darahnya bisa menjadi lambat dan kemungkinan bisa mencelakai raja ini.
Maka Hek Wan menjelaskan kepada Toan Liang, walaupun Toan
Hongya menderita gatal2 seperti itu, tidak akan mengganggu kesehatan dan
keselamataa dirinya.
Maka sehari penuh Toan Nongya garuk sana dan garuk sini
disekujur tubuhnya.
la melihat sekujur kulit ditubuhnya semakin berwarna merah,
malah lama kelamaan berubah jadi kehitam-hitaman.
Sedangkan Hek Wan selalu mendampinginya.
Dan ketika Toan Hongya sudah tidak bisa bertahan dari
perasaan gatalnya itu, raja ini ber-teriak2 sambil meng-garuk2 lebih kuat.
Sedangkan Hek Wan juga bantu menggaruki.
Toan Liang dan beberapa orang kerabat istana lainnya juga
ikut menggaruki tubuh raja mereka, perasaan gatal yang menyiksa itu masih terus
berlangsung, sampai akhirnya Toan Hongya tidak merasakan garukan dari orang-orang
itu, ia hanya marasa gatal yang bukan main.
Sambil mengeluarkan keluhan2 dan jeritan2 kecil, Toan Hongya
telah bergulingan.
Hek Wan menenangkan kepada orang-orang yang mulai panik.
Sedangkan Toan Liang dengan muka masam telah berkata pada
Hek Wan :
„Bagaimana jika Hongya kami ini bercelaka akibat meminum
arak yang telah direndam tanduk ular itu ? Bukankah ular itu sangat beracun ?”
Tetapi Hek Wan sangat tenang.
„Jangan kuatir, percayalah tidak akan terjadi suatu apapun
yang tidak diinginkan didiri Hongya……….!” kata Hek Wan.
Melihat sikap Hek Wan yang bersungguh-sungguh seperti itu,
orang-orang istana jadi agak tenang.
Tetapi yang tersiksa benar adalah Toan Hongya, karena
disekujur tubuhnya menderita kegatalan yang semakin lama jadi semakin hebat.
Setelah sehari penuh bergulingan karena ke gatalan, akhirnya
Toan Hongya pingsan.
„Biarkan Iebih baik ia pingsan begitu, sehingga tldak
terlalu tersiksa oleh perasaan gatalnya.
Dan kegatalan itu masih akan berlangsung satu hari
lagi………..selewatnya itu, keadaan Hongya akan biasa lagi, malah Hongya akan
menjadi manusia yang beruntung sekali………..!”
—oo0oo—
SAMBIL menenangkan kepanikan orang istana, Hek Wan juga
telah menguruti tubuh Toan Hongya.
Karena dalam keadaan pingsan seperti itu jalan darah ditubuh
Toan Hongya akan beredar lambat, dan itu tidak boleh.
Maka Hek Wan mengurut membantu peredar darahnya …….,
walaupun tidak bisa selancar beredarnya darah itu jika Toan Hongya dalam
keadaan sadar, se-tidak2nya peredaran darah itu cukup baik jika diurut.
Setelah lewat lagi beberapa saat, Toan Hongya kembali
tersadar dari pingsannya, ia kembaIi meng-garuk2 kesana kemari.
„Gatal sekali……..! Gatal…….!” teriak Toan Hong ya berulang
kali.
Sedangkan Hek Wan ikut bantu mengurut dan menggaruk, Toan
Hongya telah bergulingan lagi ditanah akibat tidak tertahannya perasaan gatal
itu.
Setelah lewat sejenak lamanya, Toan Hong ya kembali pingsan.
Di-saat2 seperti-itu, semua orang istana jadi berdiam diri
dicekam oleh kekuatiran.
Lebih2 mereka melihat kulit disekujur tubuh Toan Hongya selain
mukanya saja, telah berobah warnanya menjadi kehitam-hitaman.
Keadaan seperti ini tentu saja membuat Toan Liang lebih
berkuatir.
„Jika kulit itu menjadi hitam, berarti Toan Hongya telah
keracunan …!”, pikir panglima ini.
Maka ia berkata dengan tidak senang pada Hek Wan: „Jika
dilihat demikian Hongya kami telah keracunan kembali. ..!”
Hek Wan berusaha menjelaskan, tapi Toan Liang tetap dengan
pendiriannya.
Maka tanpa memperdulikan nasehat Hek Wan agar Toan Liang
tidak mengijinkan para tabib istana memasuki kamar Hongya, Toan Liang telah
perintahkan pengawal memanggil beberapa orang tabib istana.
Kemudian tabib2 itu memeriksa tubuh Hongya, dan mereka
memperhatikan wajah yang berkuatir sekali.
Setelah memeriksa dengan teliti, para tabib itu mengatakan
bahwa Hongya mereka memang keracunan hebat.
Muka Toan Liang jadi merah padam.
„Tangkap orang itu!” bentaknya pada para pengawalnya.
Segera beberapa orang pengawal menangkap Hek Wan, yang
dibawa kesebuah kamar tahanan.
„Jika memang besok keadaan Hongya tidak lebih baik dari
keadaan sekarang, maka kepala mu harus berpisah dari batang leher… !” ancam
Toan Liang.
Sedangkan Hek Wan tenang saja, ia tersenyum sambil katanya :
„Toan Tai jin engkau tidak perlu gugup begitu, percayalah
Toan Hongya tidak mengalami ancaman bahaya apapun juga …….!”
Tetapi Toan Liang tidak mau mempercayai nya.
Waktu berjalan terus, dan sehari lagi telah lewat.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Hek Wan, Toan Hongya
sudah tidak menderita kegatalan lagi.
Namun kulit disekujur tubuhnya itu seperti bersisik, seperti
pecah2 menjadi pecahan sisik yang terbuat dari tembaga.
Keadaan tubuh Toan Hongya seperti itu telah menggemparkan
orang2 istana.
Malah waktu Toan Liang yang menerima laporan tersebut dan
cepat2 datang kekamar rajanya, telah menekan sisik-sisik itu, keras seperti
baja.
Diam-diam Toan Liang jadi heran dan benar-benar tidak
percaya apa yang dilihatnya.
Hanya muka Toan Hongya yaag tidak bersisik, tetapi selebih
dari bagian muka, sekujur tubuhnya telah bersisik.
Tentu sa ja keadaan ini membuat semua jadi heran dan tidak
mengerti.
Begitu juga para tabib istana tidak mengerti mengapa tubuh
raja mereka bisa bersisik seperti terjadi didalam dongeng belaka.
Cepat2 Toan Liang memanggil Hek Wan, yang dibebaskan dari
kamar tahanannya.
Ketika Hek Wan datang dikamar peraduan Toan Hongya dan
melihat sisik2 disekujur tubuh Toan Hongya, ia jadi tersenyum.
„Sudah kuduga sebelumnya……..!” katanya.
„Apa yang telah kau duga?”
„Tentunya ular itu berusia seribu tahun lebih……. !” sahut
Hek Wan.
„Mengapa begitu ?”
„Karena hanya Kim Giok Coa yang berusia ribuan tahun-saja
yang bisa memberikan sisik pada orang yang meminum darahnya, karena darah ular
itu benar2 telah mengandung mujijat yang hebat…. !”
„Tetapi mana mungkin, seorang manusia harus bersisik seperti
itu. . .?” kata Toan Liang dengan hati yang bingung.
Tetapi Hek Wan malah tersenyum.
„Sisik-sisik itu bukan sisik sembarangan” katanya.
„Sisik bagaimana?” tanya Toan Liang dalam kebingungannya
itu.
„Sisik itu sangat ampuh, sehingga untuk selanjutnya Toan
Hongya seperti memakai pakaian besi saja, tidak akan dapat dilukai oleh senjata
tajam karena lindungan sisik itu, disamping itu tenaganya akan menjadi puluhan
kali lipat lebih besar dari tenaganya yang semula………. !”
Mendengar keterangan Hek Wan, Toan Liang tidak mau
mempercayainya.
Hek Wan telah menghampiri pembaringan ia melihat Toan Hongya
masih dalam keadaan pingsan diperaduannya.
Dengan tenang Hek Wan mengulurkan tangannya, ia mengurut
beberapa bagian tubuh Toan Hongya.
Tidak lama kemudian Toan Hongya tersadar dari pingsannya
akibat urutan itu.
Begilu membuka matanya, Toan Hongya segera melompat duduk,
gerakannya gesit, berbeda dengan beberapa hari yang lalu ketika menderita
sakitnya, yang selalu bergerak lemah sekali.
„Mana Hek Wan Locianpwe ?” tanya Toan Hongya begitu ia
duduk.
„Aku berada disini, Hongya…….. !” menyahuti Hek Wan cepat.
„Hek Wan Locianpwe, terima kasih atas pertolongan yang telah
diberikan oleh Locianpwe……..!” kata Toan Hongya
Hek Wan tersenyum.
„Aku memberikan pertolongan karena memang didiri Hongya
terdapat mustika yang sangat berharga sekali…..!”
Waktu itu Toan Hongya telah menunduk, ia melihat sisik-sisik
yang terdapat dttubuhnya,
Muka Toan Hongya jadi berobah dan ia mengeluarkan seruan
tertahan, sambil mengusap dan berusaha mencabut salah satu sisik yang terdapat
ditubuhnya.
Totapi ia tidak berhasil, sisik itu seperti telah menjadi
satu dengan kulit tubuhnya.
„Ihhhhh……, mengapa tubuhku jadi bersisik seperti ini ?”
tanyanya.
Hek Wan memberikan keterangan.
Toan Hongya telah menyedot napas dalam-dalam, dan ia
merasakan tubuhnya jadi segar sekali.
Begitu juga Toan Hongya telah menyalurkan tenaga sinkangnya
pada perutrya, ia- bisa memutar bola api yang berada didalam perutnya.
„Tetapi Hek Wan Locianpwe……..bola api itu belum juga lenyap
dari perutku”, katanya.
„Bola api itu tidak akan lenyap……..!” menjelaskan Hek Wan.
„Kalau begitu………..kalau begitu………..!”
Melihat Toan Hongya gugup, Hek Wan tersenyum.
„Hongya tidak perlu bingung, bola api itu merupakan sebuah
mustika yang tidak akan dimiliki orang sembarangan, itu merupakan sumber dari
tenaga sinkang yang luar biasa hebatnya………maka jika bola api itu memperoleh
peraswatan yang baik dengan cara yang benar, tentu Hongya akan memiliki sinkang
yang luar biasa
Toan Hongya jadi girang, ia telah berkata lagi : „Kalau
begitu…kalau begitu…aku akan bisa melatih bola api itu dengan sinkang, yang
kumiliki………..!”
„Ya, bola api itu harus dilatih terus, sampai bisa
memberikan hawa murni pada Toan hongya…….dan jika memang Hongya berhasil
melatih diri dengan sempurna, tentu bola api itu merupakan sumber kekuatan yang
hebat namun bisa dikendalikan oleh Hongya……..!”.
Toan Hongya tidak mengatakan apa2 lagi, ia hanya melompat
turun dari pembaringannya
dan tanpa memperdulikan orang-orang istana yang banyak
berkumpul pada saat itu, Toan Hongya telah menggerakkan sepasang tangan dan
kakinya, ia mulai bersilat.
Cepat dan bertenaga sekali gerakan raja ini, dimana setiap
tangannya bergerak, mendatangkan angin yang berkesiuran sangat kuat sekali.
Hek Wan hanya menyaksikan sambil tersenyum.
Disaat itu, setelah berbenti menggerakkan kedua tangan dan
kakinya, Toan Hongya tiba2 menjatuhkan diri berlutut dihadapan Hek Wan.
„Hek Wan Locianpwe……….engkau telah menologg selembar jiwaku
dari kematian, maka sekarang Locianpwe telah menghadiahkan kemujijatan seperti
ini yang demikian hebat khasiatnya terima kasih Hek Wan Locianpwe maka jika
memang Hek Wan Locianpwe tidak keberatan, aku ingin mengundang Locianpwe, untuk
menetap diistana saja, dan kalau Locianpwe tidak mentertawai aku, aku ingin sekali
mengangkat guru padamu siorang tua yang sakti……….!”
Hek Wan cepat-cepat mengangkat bangun raja itu, yang
dimintanya untuk duduk ditepi pembaringan.
Sedangkan Toan Liang yang menyaksikan semua ini, jadi
ter-sipu2 menghampiri Hek Wan.
„Maafkan Aku, Locianpwe…….. !” kata Toan Liang sambil
menjura.
Hek Wan tertawa.
„Itu hanya kesalahan paham belaka……… dengan demikian malah
kalian telah memperlihatkan cinta yang besar dan mulia kepada raja
kalian………..!”
Toan Hongya bingung melihat keadaan ini ia menanyakan apa
yang terjadi.
Toan Liang cepat2 menceritakannya, dan. Toan Hongya tidak
menegur.
Mereka hanya tertawa, kini mereka bisa bergembira, karena
menyaksikan raja mereka telah sembuh dari sakitnya.
Malah sekarang tampaknya Toan Hongya demikian gagah dan
perkasa, dengan kemujijatan yang telah dimilikinya dari darah ular Kim Giok Coa
itu…. ?”
Toan Hongya menoleh kepada Hek Wan, tanyanya-lagi :
„Bagaimana Locianpwe apakah locianpwe bersedia untuk menerima aku menjadi
muridmu……..?”
Hek Wan tidak segera menyahuti, ia seperti berpikir dulu
beberapa saat lamanya, tetapi akhirnya ia menghela napas sambil katanya: „Rupa
nya, memang kita telah berjodoh untuk menjadi murid dan guru……! Baiklah,
permintaanmu itu kuterima Hongya……!”
Bukan main gembiranya Toan Hongya, berulang kali ia
menyatakan terima kasihnya.
Disaat itu, pihak istana menyelenggarakan sebuah pesta,
untuk merayakan kesembuhan raja mereka.
Rakyat negeri Tailie Juga mengadakan pesta, semua orang
merasa gembira raja mereka telah sembuh dari sakitnya, malah sekarang menjadi
manusia yang luar biasa, dengan memiliki sisik mujijat……!
—oo0oo—
(Bersambung Ke Bagian 26)
Tentang Penulis
- walkeduwal
- Kalisoka, Slawi, Tegal, Jawa Tengah, Indonesia